Pada era globalisasi, mutu menjadi kunci sukses (key factor succes)  suatu perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang bermutu mendapat kepercayaan berkelanjutan (sustaianable trust) dari pemangku kepentingan internal dan eksternal  (mahasiswa, dosen, karyawan, masyarakat, dunia usaha, asosiasi profesi, dan pemerintah). Di dalam UU RI No. 12 Tahun 2012 Pasal 51 disebutkan bahwa Pendidikan Tinggi yang bermutu merupakan

Pendidikan Tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang berguna bagi Masyarakat, bangsa, dan negara. Menurut UU RI No. 12 Tahun 2012 dan  Permendikbud RI No. 50 Tahun 2014, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi terdiri atas sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan sistem penjaminan mutu eksternal (SPME).

  Sebagai wujud komitmen terhadap penjaminan mutu akademik, di Universitas Negeri Malang (UM) dibentuk Badan Penjaminan Mutu (BPM) UM (SK Rektor Nomor 0033a/KEP/J36/HK/2006).  Dengan terbitnya Permendikbud RI Nomor 30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja UM dan Permendikbud RI Nomor 71 Tahun 2012 tentang Statuta UM, status kelembagaan  BPM berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan nama UPT Satuan Penjaminan Mutu (SPM). Berdasarkan SK Rektor No 2.2.63/UN32/KP/2015 anggota satuan SPM meliputi Sekretaris, koordinator bidang publikasi, koordinator bidang akreditasi, koordinator bidang standardisasi, dan koordinator bidang audit mutu.

Di fakultas dan lembaga dibentuk organisasi pelaksana tugas penjaminan mutu dengan nama Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan di jurusan atau program studi diberi nama Gugus Penjaminan Mutu (GPM). Selain itu, untuk menyelengarakan tugas pokok penjaminan mutu layanan administrasi akademik, administrasi umum, serta pengelolaan sumberdaya juga telah dibentuk unit penjaminan mutu pada dua Biro (BAKPIK dan BUK).