Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Publikasi Berkala Ilmiah

Pada kegiatan Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Publikasi Berkala Ilmiah Universitas Negeri Malang yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Oktober 2018, di buka oleh Wakil Rektor I UM yang pada intinya beliau menegaskan bahwa target dan kontrak UM terhadap kementerian Ristekdikti adalah 500 Jurnal yang terpublikasi, UM sedang mencanangkan strategi untuk hal tersebut.

Kemudian salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ali Saukah UM yang memberikan wawasan perkembangan sistem akreditasi dari waktu ke waktu semakin meningkat, zaman dulu di Universitas Negeri Malang hanya mempunya 2 jurnal dan belum terakreditasi, yang kemudian dari berlanjutnya waktu UM mendapatkan surat akreditasi untuk wartasensia dan penelitian pendidikan lamlit, yang berlanjut dengan model akreditasi A, B, dan C dan sampai sekarang menjadi A dan B.

Pada era moderisasi sistem informasi banyak bermunculan jurnal internasional dengan perubahan sistem asesmen dari manual ke sistem asesmen online, dari segi efisiensi menjadi praktis, perubahan penskoran hasil asesmen menjadi 2 kelompok: manajemen dan artikel.

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd ditetapkan sebagai Rektor UM Periode 2018-2022

Pemilihan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) periode 2018-2022, saat ini memasuki pada tahap pemilihan bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Kamis (25/10), sekitar pukul 10.00 WIB proses pemungutan suara berlangsung di Aula Sidang Senat dengan dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A., selaku wakil dari Menristekdikti, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat UM.

Dalam pemungutan suara tersebut panitia menyediakan kartu suara sebanyak 92 lembar, dengan rincian 32 untuk suara Menristekdikti dan 60 untuk Anggota Senat UM yang hadir.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menristekdikti Nomor 19 Tahun 2017, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri pasal 9 ayat (3) huruf a dan b. Dan peraturan Menristekdikti nomor 21 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Menristekdikti nomor 19 Tahun 2017, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa Menristekdikti memiliki hak suara sebesar 35% dari total pemilih yang hadir, sementara Senat memiliki hak sebesar 65% dan masing-masing senat memiliki hak suara yang sama.

Dari pemungutan suara tersebut didapatkan hasil Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memperoleh suara sebanyak 60, disusul dengan Prof. Dr. Dawud, M.Pd sebesar 25, dan 7 suara untuk Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut calon Rektor terpilih  Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd ditetapkan sebagai Rektor UM Periode 2018-2022.

“Terima kasih atas partisipasi semua pihak baik dari sivitas akademika maupun media massa, yang turut menyebarluaskan informasi penyelenggaraan pemilihan Rektor UM, mulai dari pendaftaran sampai dengan pemilihan suara bersama Menristekdikti dapat berjalan dengan aman dan lancer” ujar Ketua Senat UM Prof. Dr. H. Sukowiyono, S.H.,M.Hum diakhir acara.

UM Uji Publik Standar Pelayanan Publik

Malang-Universitas Negeri Malang (UM) sebagai perguruan tinggi yang bersetatus Badan Layanan Umum, selalu meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan pelayanan dimulai dari merancang pedoman “Standar Pelayanan Publik”.

Penyempurnaan draf pedoman standar pelayanan publik perlu masukan dari masyarakat. Pada 29/08/18 UPT Satuan Penjaminan Mutu UM menyelenggarakan “Forum Konsultasi Publik, Standar Pelayanan Bublik Universitas Negeri Malang” di Hotel Swiss-Belinn Malang. Acara tersebut dibuka oleh Kepala UPT SPM UM Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, dan dihadiri oleh 91 peserta dari perwakilan mahasiswa, mitra kerja, wartawan, wakil orang tua mahasiswa, para guru SMA/SMK di Kota Malang dan unit-unit pelaksana yang terkait dengan pelayanan publik.

Dengan adanya instrumen standar pelayanan publik yang sempurna, layanan publik UM bisa diukur dan dievaluasi tingkat kepuasan layanan masyarakat. Sehingga UM bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan dan bisa memperbaiki kekurang-kekurangan yang ada dilapangan.

Pada kesempatan itu Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, menyampaikan, “sebenarnya UM dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat sudah memiliki standar layanan publik. Namun harus diformalkan dulu secara resmi, sehingga mempunyai kekuatan hukum dan sebagai pedoman jika ada komplai dari masyarakat.”

“Setelah draf standar layanan di uji publik kemudian pedoman pelayanan publik ditetapkan dapat dilaksanakan. Selanjutnya perangkat surve kepuasan akan diperlakukan pada setiap unit layanan. Sehingga memudahkan untuk mengetahu unit mana yang melakukan layanan baik dan yang kurang baik. Hal ini juga memudahkan langkah perbaikan layanan atau kinerja bagi unit-unit yang dinilai tak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,”ungkapnya.

“Langkah ini masih baru sebagian upaya perbaikan standar layanan publik, selanjutnya pedoman ini akan disesuaikan dengan perangkat teknologi yang sudah ada. Ditargetkan akhir bulan ini pembahasan standar pelayanan publik ini sudah selesai,”tegasnya.

“Setelah kegiatan ini saya harap UM akan memberlakukan standar pelayanan publik secara menyeluruh di setiap unit layanan, sehingga hasil kinerja yang dilaksanakan dapat diukur tingkat kepuasan. Hasil surve ini sebagai bahan UM untuk melaporkan tingkat kepuasan layanan publik ke Kemenristekdikti setiap tahun,”pungkasnya.

Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sudah menerapkan sembilan aspek layanan di setiap unit layanan. Penilaian mulai dari tingkat kesulitan, sikap yang melayani, dan kompetensi imformasi. Bahkan Kemenristekdikti juga menerapkan surve secara global setiap bulan mengukur tingkat kepuasan publik untuk pijakan peningkatan kinerja, sehingga UM harus berupaya keras untuk mengikuti langkah Kemenristekdikti.

UM Berhasil Meraih Akreditasi A pada Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)

JAKARTA – Universitas Negeri Malang (UM) berhasil meraih akreditasi A pada Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan nilai 372. Prestasi tersebut dipercaya pihak kampus dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap UM.

Demikian disampaikan oleh Wakil Rektor IV UM, I Wayan Dasna. Dia menyatakan, pendaftar calon mahasiswa baru yang memilih UM sebagai tempat belajar cenderung meningkat pada tiga tahun terakhir.

 

“Pendaftar tersebut naik dari 40 ribu peminat program studi (prodi) pada 2012 menjadi 72.083 peminat pada 2013, dan pada 2014 meningkat menjadi 121.930 peminat. Saat ini, UM termasuk 10 PTN dengan peminat paling besar,” ungkap Dasna, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (19/9/2014).

Capaian akreditasi A itu mendapat apresiasi dari Rektor UM, Suparno. Dia menyebut, penyiapan akreditasi UM telah dilakukan cukup lama. Melalui program peningkatan kapasitas institusi sehingga kualitas dan produktivitas pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat meningkat tajam.

Salah satu kapasitas institusi yang diperkuat adalah jaringan kerja sama atau kemitraan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, seperti dengan USAID-Higher Education Leadership and Management (HELM). “Kemitraan dengan USAID/HELM telah memberikan wawasan kepada UM untuk menyiapkan dokumen dan bukti fisik akreditasi dengan baik,” papar Suparno.

UM juga bertekad untuk memperbanyak dan menyempurnakan kapasitas kelembagaan, termasuk pengembangan fakultas dan program studi. Selanjutnya, UM mendorong program studi yang telah meraih akreditasi maksimal untuk mengajukan akreditasi tingkat internasional, sekelas ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

Menurut Suparno, terdapat beberapa tantangan yang dialami UM untuk mendapatkan akreditasi tersebut. Salah satunya ialah mengubah kerangka pikir civitas academica dan para pemangku kepentingan, dari konteks IKIP ke konteks UM.

“Sistem manajemen dan tata pamong UM juga terus dibenahi untuk menggerakkan dan mewujudkan program-program visioner UM. Kami mengatasinya dengan melakukan penyempurnaan manajemen dan tata pamong yang efektif, efisien, produktif, dan akuntabel,” tutur Suparno.

Untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara optimal, UM juga melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak yang peduli dengan pembangunan pendidikan. Seperti Teachers Quality Improvement Program (TEQIP) yang berjalan sejak 2009. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kinerja guru-guru di daerah terdepan, terluar, dan terpencil.

UPT SPM Gelar PAIMA

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pelatihan Audit Internal Penjaminan Mutu Akademik (PAIMA) VI. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan Universitas Negeri Malang Rabu sampai Kamis (20-21/11/2013). Kegiatan diikuti oleh 122 dosen dari seluruh jurusan di UM. Pelatihan ini mengambil tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Implementasi Penjaminan Mutu Bidang Akademik di UM”.

Kegiatan Lokakarya Standar Pelayanan Universitas Negeri Malang

Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Negeri Malang (UM) tahun demi tahun selalu meningkatkan standar pelayanan kepada mahasiswa. Hal ini dilakukan melalui kegiatan Lokakarya Standar Pelayanan Universitas Negeri Malang (Kamis, 17/9/2015) di Aula Perpustakaan UM.


Supaya menjadi lulusan bermutu melalui proses pembelajaran konduksif. Proses pembelajaran di UM dimulai dari input mahasiswa menempuh program dari kurikuler, dan ektra kurikuler. Kurikuler, dan ektrakurikuler ini yang akan mengantarkan mahasiswa memiliki kematangan intelektual, emosional, dan spritual yang baik. Dalam proses pembalajaran tidak hanya mahasiswa harus berperan aktif. Tenaga pengajar(dosen) maupun tenaga kependidikan (tendik) juga harus memberikan pelayanan yang baik.